Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Wednesday, December 26, 2012

Kapan dan Bagaimana Nabi Isa Turun ke Bumi?



SETELAH Dajjal muncul dan melakukan perusakan dan penghancuran di muka bumi, Allah mengutus Isa ‘alaihissalam untuk turun ke bumi turun di menara putih di timur Damsyiq, Siria. Beliau mengenakan dua buah pakaian yang dicelup dengan waras dan za’faran; beliau taruh kedua telapak tangan beliau di sayap dua orang Malaikat. Bila beliau menundukkan kepala, meneteslah / menurunlah rambutnya, dan bila diangkat kelihatan landai seperti mutiara. Dan tidak ada orang kafir yang mencium nafasnya kecuali akan mati, dan nafasnya itu sejauh pandangan matanya.


Beliau akan turun pada kelompok yang diberi pertolongan oleh Allah yang berperang untuk menegakkan kebenaran dan bersatu-padu menghadapi Dajjal. Nabi Isa as. turun pada waktu sedang diiqamati shalat, lantas beliau shalat di belakang pemimpin kelompok itu. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Ketika Allah telah mengutus al-Masih Ibnu Maryam, maka turunlah ia di menara putih di sebelah timur Damsyiq dengan mengenakan dua buah pakaian yang dicelup dengan waras dan za’faran, dan kedua telapak tangannya diletakkannya di sayap dua Malaikat; bila ia menundukkan kepala maka menurunlah rambutnya, dan jika diangkatnya kelihatan landai seperti mutiara. Maka tidak ada orang kafirpun yang mencium nafasnya kecualipasti meninggal dunia, padahal nafasnya itu sejauh mata memandang. Lain Isa mencari Dajjal hingga menjumpainya dipintu Lud, lantas dibunuhnya Dajjal. Kemudian Isa datang kepada suatu kaum yang telah dilindungi oleh Allah dari Dajjal, lalu Isa mengusap wajah mereka dan memberi tahu mereka tentang derajat mereka di surge,” (Shahih Muslim, Kitab al-Fitan wa Asyrathis Sa ‘ah, Bab DzikrAd-Dajjal 18: 67-68).

Ibnu Katsir berkata,

“Inilah yang termasyhur mengenai tempat turunnya Isa, yaitu di menara putih bagian timur Damsyiq. Dan dalam beberapa kitab saya baca beliau turun di menara putih sebelah timur masjid Jami’ Damsyiq, dan ini rupanya pendapat yang lebih terpelihara. Karena di Damsyiq tidak dikenal ada menara di bagian timur selain di sebelah Masjid Jami’ Umawi di Damsyiq sebelah timur. Inilah pendapat yang lebih sesuai karena beliau turun ketika sedang dibacakan iqamat untuk shalat, lalu imam kaum Muslimin berkata kepada beliau, “Wahai Ruh Allah, majulah untuk mengimami shalat.” Kemudian beliau menjawab, “Anda saja yang maju menjadi imam, karena iqamat tadi dibacakan untuk Anda.” Dan dalam satu riwayat dikatakan bahwa Isa berkata, “Sebagian Anda merupakan amir (pemimpin) bagi sebagian yang lain, sebagai penghormatan dari Allah untuk umat ini,” (Shahih Muslim).

Tersebarnya Keamanan dan Barakah pada Zaman Isa AS

Betapa menyenangkan seandainya kita termasuk yang mendapatkan karunia untuk tinggal semasa dengan nabi Isa as. Karena di masa beliau kehidupan manusia benar benar aman dan damai, bahkan kedamaian itu bukan hanya milik manusia, tetapi juga merata hingga kepada binatang.

Zaman Isa ‘alaihissalam (setelah turun kembali ke bumi) ini merupakan zaman yang penuh keamanan, kesejahteraan, dan kemakmuran serta kelapangan. Allah menurunkan hujan yang lebat, bumi menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan serta banyak barakahnya, harta melimpah ruah; dendam, dengki, dan kebencian hilang sirna.

Dalam hadits Nawwas bin Sam’an yang panjang yang membicarakan tentang Dajjal, turunnya Isa, keluarnya Ya’juj dan Ma’juj pada zaman Isa ‘alaihissalam, dan do’a Isa agar mereka dihancurkan, Rasulullah saw bersabda:

“… Kemudian Allah menurunkan hujan, dan tak ada rumah tanah liat maupun bulu yang dapat menahan airnya, lantas mencuci bumi hingga bersih seperti cermin kaca. Kemudian diperintahkan kepada kami: ‘Tumbuhkanlah buah-buahanmu dan kembalikanlah barakahmu.’ Maka pada hari itu sejumlah orang dapat memakan buah delima dan bernaung di bawahnya. Dan susupun diberi barakah, sehingga susu seekor unta bunting yang sudah dekat melahirkan dapat mencukupi banyak orang, susu seekor sapi mencukupi untuk orang satu kabilah, dan susu seekor kambing mencukupi untuk satu keluarga….” Shahih Muslim, Kitabul Fitan, Bab Dzikrid Dajjal 18: 63-70.

Rasulullah saw bersabda :

“Demi Allah, sesungguhnya Isa putra Maryam akan turun ke bumi sebagai hakim yang adil, akan membebaskan jizyah, unta-unta muda akan dibiarkan hingga tidak ada yang mau mengurusinya lagi, sifat bakhil, saling membenci, dan saling dengki akan hilang, dan orang-orang akan memanggil-manggil orang lain yang mau menerima hartanya (shadaqahnya), tetapi tidak ada seorangpun yang mau menerimanya,” Shahih Muslim, Bab Nuzuuli Isa ‘Alai­hissalam 2:192.

Imam Nawawi berkata, “Maknanya, bahwa pada saat itu orang-orang sudah tidak tertarik lagi untuk memelihara unta karena banyaknya harta kekayaan, keinginan sedikit, kebutuhan tidak ada, dan sudah tahu bahwa kiamat telah dekat. Dan disebutkannya lafal al-qilash (unta muda) dalam hadits ini karena unta muda itu merupakan harta yang paling baik bagi bangsa Arab (pada waktu itu).

Kiamat di Ambang Pintu

Masa tinggal Isa di bumi setelah turun dari langit menurut riwayat adalah se­lama tujuh tahun, dan menurut sebagian riwayat yang lain lagi selama empat puluh tahun. Setelah itu wafat pula Imam Mahdi dan Al Qahthani yang melanjutkan kepemimpinannya. Tidak lama setelah itu, terbitlah matahari dari barat dan binatang melata yang keluar dari perut bumi yang memberikan tanda kufur dan iman atas setiap manusia.

Ketika itu setiap mukmin segera mengetahui bahwa itulah detik detik kemunculan angina lembut dari yaman yang akan mencabut nyawa setiap mukmin. Setelah itu, tidak seorangpun manusia yang masih memiliki keimanan kecuali akan menemui ajalnya. Ketika seluruh penduduk manusia tidak lagi menyebut Allah, itulah kondisi seburuk-buruk manusia, dan kepada merekalah kiamat akan terjadi. Wallahu a’lam bish shawab.

 
Sumber : AKHIRZAMAN/ISLAMPOS

Ber-Istighfar lah, Rezeqi akan dimudahkan

Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم bersabda, "Barangsiapa membiasakan diri ber-Istighfar, maka اَللّهُ akan memberinya jalan keluar setiap kali ia mengalami kesempitan, dan memberinya hiburan setiap kali ia dirundung kesedihan, dan memberinya rezeqi dari arah yg tidak diduga" (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad)

Seseorang mendatangi sahabat Ibnu Abbas رضي الله عنـه (sepupu Rasulullah) dan berkata, "Do'akan agar aku punya anak !". Beliau رضي الله عنـه menjawab, "Biasakanlah ber-Istighfar !"

Datang orang lain yg berkata, "Do'akan agar aku kaya !" Beliau رضي الله عنـه menjawab, "Biasakanlah ber-Istighfar !".

Datang lg orang lain yg berkata, "Do'akan agar turun hujan !". Beliau رضي الله عنـه menjawab, "Biasakanlah ber-Istighfar !"

Lalu dikatakan kepada beliau رضي الله عنـه, "Kau katakan kepada setiap orang yg datang meminta bantuanmu agar membiasakan ber-Istighfar"

"Benar" kata beliau رضي الله عنـه. "Bukankah اَللّهُ Ta'ala telah mewahyukan;

"Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya DIA Maha Pengampun, niscaya DIA akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan MEMBANYAKKAN harta dan anak²mu, dan mengadakan untukmu kebun² dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai" (QS. Nuh, 71;10-12)

أسْتَغْفِرُ اللّهَ الْعَظيْم وأتوبُ إليہ
أسْتَغْفِرُ اللّهَ الْعَظيْم وأتوبُ إليہ
أسْتَغْفِرُ اللّهَ الْعَظيْم وأتوبُ إليہ

Jangan baring ketika azan, nanti jenazah kita berat. Dan, jangan bercakap ketika azan, nanti kita tak dapat mengucap syahadat & la'ilahaillah ketika hendak meninggal dunia.

Rasulullah SAW bersabda "Sebarkan walaupun sepotong dari pada ayatku"
 

Tuesday, December 25, 2012

Belajar Menerima Takdir ...


Dalam kondisi normal, manusia sepenuhnya sadar bahwa kehidupannya diwarnai dengan suka dan duka, sedih dan gembira, menangis dan tertawa, sengsara dan bahagia.

Namun kesadaran tersebut hilang, manakala manusia tiba-tiba dirundung duka, kesedihan dan kesengsaraan. Sebaliknya, banyak manusia bersikap up-normal pada saat suka-cita, gembira dan bahagia.

Tepatlah kemudian jika Alquran menyitir sifat manusia yang umumnya suka mengeluh, sebagaimana tersebut di dalam firman-Nya, "Sungguh, manusia diciptakan bersikap suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah, dan apabila dia mendapat kebaikan (harta) dia jadi kikir." (QS. Al-Ma'arij: 19-21).

Namun Alquran mengajarkan kepada kaum muslimin untuk mempertahankan posisi normal dalam keadaan apa pun baik suka maupun duka, baik tertimpa musibah ataupun dianugerahi kebahagiaan.

Hal tersebut karena posisi normal mengisyaratkan ketenangan dan kerelaan seseorang atas takdir yang ditentukan Allah, yang menunjukkan pula kuatnya iman. Lebih dari itu, posisi normal menjadikan seseorang dapat tetap berpikir logis dan pengendalian diri dengan baik.

Adalah merupakan kewajiban kaum muslimin untuk bersikap sabar dalam menghadapi musibah dan bersyukur saat mendapat anugerah. Hal tersebut karena seorang Muslim yakin bahwa kejadian apapun di bumi dan langit tidak akan terlepas dari takdir Allah SWT serta apa pun bentuk kejadiannya bagi Allah SWT merupakan suatu hal yang amat mudah.

Sehingga seorang Muslim harus senantiasa berbaik sangka terhadap Allah, sedangkan yang dilakukannya tidak lebih sekedar berikhtiar atas apa yang dapat dilakukan. (QS. Al-Hadid: 22). Sikap seorang Muslim tersebut merupakan respons positif dalam mengatasi sifat alamiah manusia yang umumnya mengeluh pada saat susah dan kikir saat mendapat anugerah.

Sikap tersebut merupakan modifikasi dari sifat alamiah-negatif menjadi progresif-positif dengan tujuan agar kaum muslimin tidak sampai bersedih hati dalam menghadapi masalah hingga berujung pada sikap putus asa.

Sebaliknya, jika anugerah yang diberikan oleh Allah, maka seorang mukmin tidak boleh pula terlalu gembira yang berujung pada sikap sombong dan lupa diri. (QS. Al-Hadid: 23). Sikap moderat inilah yang ditekankan Alquran dalam banyak kesempatan sehingga dengan kemoderatannya seorang muslim tetap dalam kondisi normal.

Sikap moderat tersebut sekaligus sebagai bentuk antitesa terhadap sikap orang-orang munafik yang sering berada pada satu titik ekstrem, yaitu berjanji beriman kepada Allah sebelum mendapat anugerah dan bersikap kikir saat mendapatkannya. (QS. At-taubah: 75-77).

Dengan demikian seorang Muslim hendaknya senantiasa memiliki keyakinan kuat bahwa nasib dari perjalanan hidupnya adalah takdir Allah dan kewajiban dirinya adalah berikhtiar dengan sekuat tenaga dan sebaik-baiknya usaha (QS. Al Mulk: 2). Kedua, memiliki prasangka baik terhadap Allah SWT atas takdir apapun pada dirinya.

Ketiga, berusaha untuk bersikap moderat dalam keadaan apa pun dan terus berusaha menjadi lebih baik, sehingga tetap mampu berpikir normal dan kritis serta tidak terbawa oleh penderitaan atau terlena oleh kenikmatan.

Keempat, memiliki visi untuk senantiasa bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah dan bersabar kala menerima cobaan serta yakin bahwa nikmat yang diberikan Allah jauh lebih banyak dari cobaan yang diterima. Wallahu a'lam...

Rasulullah SAW bersabda :
"Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat dari permulaan surat al-Kahfi, ia akan terjaga dari fitnah Dajjal." Dalam riwayat lain disebutkan : "Dari akhir surat al-Kahfi." (HR Muslim)

(♥ Semoga Bermanfaat & Silahkan di share ♥)
 

Hati Seorang Ayah

Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara batuk-batuknya. Anak wanita itu bertanya pada ayahnya, "Ayah, mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk ?" Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda.

Ayahnya menjawab : "Sebab aku Laki-laki." Itulah jawaban Ayahnya. Anak wanita itu berguman : "Aku tidak mengerti." Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan : "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki." Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah kebingungan.

Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri Ibunya lalu bertanya : "Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?"

Ibunya menjawab: "Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar-benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian." Hanya itu jawaban Sang Bunda.

Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap saja penasaran.

Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam mimpi itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini.

"Saat Kuciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman teduh dan terlindungi. "

"Kuciptakan bahunya yang kekar & berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya & kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya. "

"Kuberikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya. "

"Kuberikan Keperkasaan & mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya & yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih payahnya."

"Kuberikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat & membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya. "

"Kuberikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai & mengasihi keluarganya, didalam kondisi & situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi & mengasihi sesama saudara."

"Kuberikan kebijaksanaan & kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan & menyadarkan, bahwa Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap Suaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani. & bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada Istri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar & saling melengkapi serta saling menyayangi."

"Kuberikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari & menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia & BADANNYA YANG TERBUNGKUK agar dapat membuktikan, bahwa sebagai laki-laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya. "

"Kuberikan kepada Laki-laki tanggung jawab penuh sebagai Pemimpin keluarga, sebagai Tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah amanah di Dunia & Akhirat."

Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut & berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik Ayahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayahnya. "AKU MENDENGAR & MERASAKAN BEBANMU, AYAH."

Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ayah...

Berbahagialah yang masih memiliki Ayah. Dan lakukanlah yang terbaik untuknya....
Berbahagialah yang merasa sebagai ayah. Dan lakukanlah yang terbaik buat keluarga anda....

(♥ Semoga Bermanfaat & Silahkan di Share ♥)
 

Thursday, December 6, 2012

Tiga Kunci Kebahagiaan

Kebahagiaan adalah suatu yang sangat didambakan oleh setiap hamba-hamba Allah di muka bumi ini, meskipun setiap manusia mempunyai pandangan sendiri-sendiri tentang arti suatu kebahagiaan, tergantung apa yang diinginkan dalam kehidupan ini, sudah tentu bukan kebahagiaan semu yang hanya bertahan sementara tapi kebahagiaan hidup yang sesungguhnya.

Ternyata untuk mencapai kebahagiaan secara umum, dapat dimiliki oleh siapa saja tanpa memerlukan biaya yang mahal, asalkan kan memiliki 3 buah kunci di dalam kehidupan insyaallah kebahagiaan di dunia dan di akhirat akan dapat kita miliki.

Tiga Kunci adalah :
1. Keikhlasan
2. Kejujuran
3. Rasa Syukur

1. KEIKHLASAN

Keikhlasan adalah kunci pertama yang harus dimiliki, dengan mempunyai keikhlasan segala sesuatu terasa lebih mudah dan indah, dengan adanya rasa ikhlas segala sesuatu menjadi mudah tidak ada perbuatan apapun yang sulit, karena kita akan melakukan sesuatu hanya ikhlas karena Allah tanpa ada maksud apapun atau pamrih apapun, dan kita tidak akan pernah risau dengan perbuatan baik yang kita lakukan, apakah yang kita lakukan akan dihargai oleh orang lain atau tidak, kita tidak akan peduli, karena apapun kebaikan yang kita lakukan ikhlas karena Allah semata, dan keindahan pun akan berdampak dalam wajah kita yang selalu kelihatan cerah dan bersemangat.

Seperti Firman Allah didalam AL-Qur’an surat An-Nisa’ ayat 146:

“Kecuali orang-orang yang bertobat dan memperbaiki diri dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan dengan tulus ikhlas (menjalankan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan pahala yang besar kepada orang-orang yang beriman”

2. KEJUJURAN

Kejujuran adalah kunci kedua, yang harus dimiliki, dengan  adanya kejujuran, kehidupan terasa tenang tanpa ada beban dalam setiap langkah kehidupan. Jujurlah terhadap diri sendiri, bila telah jujur pada diri sendiri, kepada orang lain pun kita akan dapat bersikat jujur, karena apapun yang kita lakukan selalu ada dua orang malaikat yang mengawasi dan mencatat segala amal perbuatan yang kita lakukan, dan rahmat Allah pun selalu bersama dengan orang-orang yang jujur.

Seperti firman Allah dalam Al-Qur’an surat  At-taubah ayat 119:

“Wahai orang-orang yang beriman ! bertakwalah kepada Allah, dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar (jujur).”

Dari  Ibnu Mas’ud. r.a berkata Rasulullah Shallallahu a’laihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya berkata benar itu membawa kepada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan itu membawa ke surga, orang yang jujur itu akan selalu berkata benar sehingga ia ditulis di sisi Allah sebagai orang benar-benar jujur. Dan sesungguhnya berdusta itu membawa kepada kejahatan dan sesungguhnya kejahatan itu membawa ke neraka, orang yang suka berdusta itu akan selalu bohong sehingga ia ditulis di sisi Allah sebagai pendusta.“ (Riwayat Bukhari dan Muslim)

3. RASA SYUKUR

Bersukur adalah kunci ketiga yang harus kita miliki, karena dengan rasa syukur, segala sesuatu menjadi lebih tentram dan damai, karena kita akan selalu pasrah apa yang telah ditakdirkan oleh Allah. Setelah kita berusaha dan berikhtiar, kita pun harus bersyukur dengan hasil yang telah kita peroleh tanpa ada perasaan mengeluh dan putus asa karena segala sesuatu hanya Allah yang menentukan , rasa syukur menerima apa yang telah di anugrahkan oleh Allah memberikan ketenangan dan kedamaian di dalam hati.

Seperti firman Allah dalam Al-Qur’an surat Ibrahim ayat 7:

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmatKu), maka pasti azab Ku sangat berat.”

Semoga dengan ketiga kunci yang sederhana ini, menjalani kita dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik, dan terus bersemangat menambah kunci-kunci kehidupan yang telah difirmankan Allah didalam Al-Qur’an dan contoh teladan yang  telah diberikan oleh Rasulullah Shallallahu a’laihi wa sallam.

Akhirnya hanya kepada Allah juga kita selalu bermohon agar selalu di beri rahmat dan hidayah untuk selalu menambahkan kunci-kunci kebaikan di jalan Allah, Aamiin.
 

Berilmu Tapi Mati Su'ul Khotimah

Sungguh di luar dugaan, seorang murid paling alim ini ternyata ahli maksiat.

Dalam kondisi sakaratul maut, dirinya pun menolak dibacakan Yasin bahkan syahadat, sehingga membuatnya meninggal dalam keadaan Su'ul Khatimah.

Kisahnya.
Fadhil bin 'Iyadh adalah salah seorang tokoh syeikh tarekat, ia mempunyai seorang murid kesa
yangan.

Muridnya tersebut tergolong salah satu murid yang paling alim diantara murid-murid lainnya.
Dalam kesahariannya, murid Fadhil tersebut sangat santun dalam bertutur kata dan sopan dalam menjaga sikapnya.

Oleh karena itu, dirinya pun mengajarkan semua yang diketahui olehnya kepada sang murid dengan harapan muridnya kelak mampu menurunkan ilmu yang dimilikinya.

Namun semua itu tak disangka oleh sang guru ketika dalam usia yang masih cukup muda muridnya terserang suatu penyakit yang cukup ganas. Bahkan oleh dokter yang memeriksa kala itu, si murid divonis tak akan bisa sembuh dari penyakit yang menggerogoti tubuhnya.

Dalam kondisi yang serba kebingungan tersebut, si murid lantas diberi saran oleh sang dokter.
Bahwa jika dirinya ingin sembuh dari penyakit ganas tersebut, maka hendaklah minum khamr.

"Berarti saya harus meminum minuman yang memabukkan itu?" tanya si murid.

"Hanya itu yang bisa menyembuhkan penyakitmu," jawab sang dokter.

Tanpa diketahui oleh sang guru, si murid pun mulai meminum khamr demi kesembuhan penyakit yang dideritanya. Akibat perbuatannya tersebut, dirinya lantas ketagihan dan mulai mabuk-mabukan setiap harinya.

Kini, si murid pun juga mulai berani menghasut teman-temannya.
Bahkan dirinya juga sampai berani mengadu domba hingga menyebabkan permusuhan diantara para teman-temannya.
Hanya saja dirinya mampu menutupi semua perbuatannya itu di depan gurunya sehingga dirinya masih mendapatkan citra yang positif di mata gurunya.

Tahun berganti tahun, penyakit yang diderita oleh si murid pun semakin parah sehingga dirinya mengalami sakaratul maut. Menjelang kematiannya, sang guru pun datang kepadanya dan duduk di dekat kepalanya.

Ketika sang guru hendak membacakan surat Yasin, tiba-tiba si murid berkata,
"Wahai guruku, jangan bacakan surat ini."

Sang guru terdiam, lalu dirinya membimbing murid yang dicintainya itu agar membaca لا اله الله . Sekali lagi sang murid juga menolak dan berkata,
"Aku tidak mau membacanya, karena aku tidak menyukainya."
Akhirnya sang murid menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Sang guru merasa heran menyaksikan keadaan murid kesayangannya.

Kemudian sang guru pulang dan masuk ke kamarnya, ia berdiam diri di kamarnya, lalu ia bermimpi bahwa muridnya dicampakkan ke neraka Jahannam.

Dalam mimpinya ia bertanya kepada muridnya,
"Mengapa Allah mencabut makrifat darimu, padahal kamu termasuk muridku yang paling alim..?"

"Allah mencabut makrifatku karena 3 hal:

Pertama, karena namimah (mengadu domba).

Kedua karena hasut, aku dengki kepada sahabat-sahabatku,

Ketiga, demi kesembuhan penyakitku, aku ikuti nasehat dokter dengan meminum khamr.
Itulah tiga hal yang menyebabkan aku Su'ul Khatimah, mengakhiri hidup dengan keburukan," jawab sang murid dalam mimpi gurunya.
Wallahu’alam bishshawab.
 

Menutup Aib Diri dan Sesama Menuju Jalan Selamat

Menutup aib diri dan sesama sangat dianjurkan dalam agama, agar kita selamat dunia dan akhirat, tapi akhir-akhir ini, masyarakat kita sudah mulai melupakan anjuran yang satu ini, semakin banyak kita lihat di dalam kehidupan banyak yang tidak malu-malu lagi membuka aib dirinya dan juga aib sesama, malah ada yang merasa sangat senang melihat aib sesama menjadi terbuka dimata masyarakat, tentu hal ini tidak sesuai dengan norma  masyarakat Indonesia yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan.

Rasulullah Shallallahu “alaihi wassalam bersabda : “Setiap umatku dimaafkan kecuali orang yang terang-terangan (melakukan maksiat). Dan termasuk terang-terangan adalah seseorang yang melakukan perbuatan maksiat di malam hari , kemudian dipaginya ia berkata : wahai fulan, kemarin aku telah melakukan ini dan itu , padahal Allah telah menutupnya dan dipagi harinya ia membuka tutupan Allah atas dirinya” (HR. Bukhari Muslim).

Betapa ruginya bila Allah telah menutup aib diri kita sendiri, dan kita tanpa rasa bersalah atau penyesalan menceritakan kembali kepada orang lain tentang kesalahan diri yang telah kita lakukan. Ketahuilah bila ada orang yang mengikuti atau mencontoh kesalahan yang  kita lakukan dosa kita pun akan semakin bertambah.

Janganlah juga kita berusaha untuk menyebarkan aib orang lain yang membuat seseorang menjadi malu karena penyebaran cerita yang kita bagikan pada setiap orang.

Rasulullah Shallallahu a’alaihi wassalam bersabda: “Dan barangsiapa yang menutup aib seorang muslim, niscaya Allah menutup aibnya di dunia dan akhirat" (HR. Muslim).

Semoga kita dapat berusaha untuk melakukan kebaikan dengan tidak cepat menyebarkan aib seseorang karena dengan kita dapat menahan diri dari menjaga aib diri dan sesama tentu  akan membawakan keselamatan bagi diri sendiri dan juga orang lain, dan tali kasih sayang pun akan terjalin indah antara sesama, karena Allah sangat cinta kepada hambanya yang selalu mohon ampun dan bertaubat kepada Nya.

Seperti firmannya di dalam Al-Qur’an surat Huud ayat 90 yang diwahyukan kepada Nabi Besar Muhammad Shallallahu a’alaihi wassalam: “Dan mohonlah ampun  kepada Tuhanmu kemudian bertaubatlah kepadaNya. Sesungguhnya Tuhanku, Maha Penyayang dan Penuh Cinta”.

Semoga kita selalu dapat saling menyebarkan salam dan kebaikan pada sesama agar kita dapat hidup dengan selamat di dunia dan akhirat. Aamiin.
 

Biarkan Tuhan Merancang Kehidupan Kita

Ketika Tuhan Merancang Hidup kita segalanya akan baik-baik saja maka, jangan kamu berputus asa. Awali harimu dengan senyuman jangan pernah terpangkap kesunyian sungguh hidup hanyalah ujian hadapilah dengan kesabaran

Jika hidup yang kamu jalani terasa begitu berat di hati cobalah kamu merenungkan diri. Melihat kedalam, intropeksi diri melihat kedepan, belajar kembali. melihat kesamping, kebersamaan hakiki. melihat kebelakang, sebagai pengalaman pribadi melihat keatas, semangat kamu tidak akan mati. melihat kebawah, bersyukur atas apa yg kamu miliki

Jika kehidupan ibarat deretan Tuts sebuah Piano maka, kebahagiaan adalah tuts yang putih dan kesedihan itu tuts yang berwarna hitam tetapi atas rahmat Tuhan tuts putih dan hitam dirancangkan menjadi alunan melodi yang indah

Jika kamu meminta setangkai bunga segar api Allah memberimu kaktus berduri sadarilah semua itu karena Allah SWT akan membuat Kaktus itu berbunga, yang akan terlihat begitu indah sekali

dan saat kamu meminta hewan mungil yang cantik tetapi Dia memberimu Ulat bulu yang tidak menarik mungkin pada awalnya kamu akan kecewa dan bersedih kamu merasa bahwa Allah SWT tidak adil kepadamu

Tetapi percayalah, Tuhan yang maha agung sudah menentukan rancangan yang indah bagimu, karena pada akhirnya ulat bulu itu akan tumbuh dan berubah menjadi kupu-kupu yang teramat cantik yang bisa menghibur hati

Jalan Allah akan selalu indah pada waktunya mungkin Allah tidak memberi apa yang kamu harapkan, tapi kamu akan mendapatkan apa yang kamu perlukan jika saat ini kamu merasa seakan-akan harapanmu sirna jangan pernah kamu berputus asa dari rahmat dan ampunannya

karena keputusasaan adalah bisikan iblis yang menyesatkan dalam hidup ini, percaya kepada Tuhan adalah kekuatan bersamaNya kamu tidak akan pernah merasa lemah dalam melangkah di dunia yang fana

Jika pada Akhirnya Keadaan hidup memaksamu untuk jatuh tersungkur, tetaplah kamu tegak berdiri bangkitlah kembali dengan sepenuh hati

Semoga Bermanfaaat .
Oleh: Moel Andre
 

Bunga Mawar dan Pohon Bambu

Bismillahir-Rah maanir-Rahim. Di sebuah taman, terdapat taman bunga mawar yang sedang berbunga. Mawar-mawar itu mengeluarkan aroma yang sangat harum. Dengan warna-warni yang cantik , banyak orang yang berhenti untuk memuji sang mawar.

Tidak sedikit pengunjung taman meluangkan waktu untuk berfoto di depan atau di samping taman mawar.

Bunga mawar memang memiliki daya tarik yang menawan, semua oran...
g suka mawar, itulah salah satu lambang cinta .

Sementara itu, di sisi lain taman, ada sekelompok pohon bambu yang tampak membosankan. Dari hari ke hari, bentuk pohon bambu yang begitu saja, tidak ada bunga yang mekar atau aroma wangi yang disukai banyak orang.

Tidak ada orang yang memuji pohon bambu. Tidak ada orang yang mau berfoto di samping pohon bambu.

Maka tak heran jika pohon bambu selalu cemburu saat melihat taman mawar dikerumuni banyak orang.

“Hai bunga mawar,” ujar sang bambu pada suatu hari.
“Tahukah kau, aku selalu ingin sepertimu. Berbunga dengan indah, memiliki aroma yang harum, selalu dipuji cantik dan menjadi saksi cinta manusia yang indah,” lanjut sang bambu dengan nada sedih.

Mawar yang mendengar hal itu tersenyum, “Terima kasih atas pujian dan kejujuranmu, bambu,” ujarnya.

“Tapi tahukah kamu, aku sebenarnya iri denganmu,”
Sang bambu keheranan, dia tidak tahu apa yang membuat mawar iri dengannya. Tidak ada satupun bagian dari bambu yang lebih indah dari mawar.

“Aneh sekali, mengapa kau iri denganku?”

“Tentu saja aku iri denganmu. Coba lihat,kau punya batang yang sangat kuat, saat badai datang, kau tetap bertahan, tidak goyah sedikitpun,” ujar sang mawar.

“Sedangkan aku dan teman-temanku, kami sangat rapuh, kena angin sedikit saja, kelopak kami akan lepas, hidup kami sangat singkat,” tambah sang mawar dengan nadasedih.

Bambu baru sadar bahwa dia punya kekuatan. Kekuatan yang dia anggap biasa saja ternyata bisa mengagumkan di mata sang mawar.

“Tapi mawar, kamu selalu dicari orang. Kamu selalu menjadi hiasan rumah yang cantik, atau menjadi hiasan rambut para gadis,”

Sang mawar kembali tersenyum, “Kamu benar bambu, aku sering dipakai sebagai hiasan dan dicari orang, tapi tahukah kamu, aku akan layu beberapa hari kemudian, tidak seperti kamu,”

Bambu kembali bingung, “Aku tidak mengerti,”

“Ah bambu..” ujar mawar sambil menggeleng,

“Kamu tahu, manusia sering menggunakan dirimu sebagai alat untuk mengalirkan air. Kamu sangat berguna bagi tumbuhan yang lain.

Dengan air yang mengalir pada tubuhmu, kamu menghidupkan banyak tanaman,” lanjut sang mawar.

“Aku jadi heran, dengan manfaat sebesar itu, seharusnya kamu bahagia, bukan iri padaku,”

Bambu mengangguk, dia baru sadar bahwa selama ini, dia telah bermanfaat untuk tanaman lain.
Walaupun pujian itu lebih sering ditujukan untuk mawar,

Sesungguhnya bambu juga memiliki manfaat yang tidak kalah dengan bunga cantik itu.

Sejak percakapan dengan mawar, sang bambu tidaklagi merenungi nasibnya, dia senang mengetahui kekuatan dan manfaat yang bisa diberikan untuk makhluk lain.

Daripada menghabiskan tenaga dengan iri pada orang lain, lebih baik bersyukur atas kemampuan diri sendiri, apalagi jika berguna untuk orang lain.
Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

Salam santun dan keep istiqomah.

Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini ... Itu hanyalah dari kami ... dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan.

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya.
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat.
 
Mutiara Air Mata Muslimah

Mobil Mewah dan Anak Kecil

Bismillahir-Rah maanir-Rahim ... Tersebutlah seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli mobil mewah, sebuah Jaguar yang mengkilap. Kini, sang pengusaha, sedang menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu.

Dengan kecepatan penuh, dipacunya kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar dengan penuh rasa bangga dan prestise.
Di pinggir jalan, tampak beberapa anak yang sedang bermain s...
ambil melempar sesuatu.

Namun,. karena berjalan terlalu kencang, tak terlalu diperhatikannya anak-anak itu.

Tiba-tiba, dia melihat seseorang anak kecil yang melintas dari arah mobil-mobil yang di parkir di jalan.
Tapi, bukan anak-anak yang tampak melintas sebelumnya.

"Buk....!" Aah..., ternyata, ada sebuah batu seukuran kepalan tangan yang menimpa Jaguar itu yang dilemparkan si anak itu.

Sisi pintu mobil itupun koyak, tergores batu yang dilontarkan seseorang.

"Cittt...." ditekannya rem mobil kuat-kuat. Dengan geram, dimundurkannya mobil itu menuju tempat arah batu itu di lemparkan.

Jaguar yang tergores, bukanlah perkara sepele.
Apalagi, kecelakaan itu dilakukan oleh orang lain, begitu pikir sang pengusaha dalam hati.

Amarahnya memuncak. Dia pun keluar mobil dengan tergesa-gesa.

Di tariknya anak yang dia tahu telah melempar batu ke mobilnya, dan di pojokkannya anak itu pada sebuah mobil yang diparkir.

"Apa yang telah kau lakukan..!? Lihat perbuatanmu pada mobil kesayanganku..!!" Lihat goresan itu", teriaknya sambil menunjuk goresan di sisi pintu.

"Kamu tentu paham, mobil baru jaguarku ini akan butuh banyak ongkos di bengkel untuk memperbaikinya
"Ujarnya lagi dengan kesal dan geram, tampak ingin memukul anak itu.

Si anak tampak menggigil ketakutan dan pucat, dan berusaha meminta maaf.

"Maaf Pak, Maaf. Saya benar-benar minta maaf. Sebab, saya tidak tahu lagi harus melakukan apa"
Air mukanya tampak ngeri, dan tangannya bermohon ampun.
"Maaf Pak, aku melemparkan batu itu, karena tak ada seorangpun yang mau berhenti...."

Dengan air mata yang mulai berjatuhan di pipi dan leher, anak tadi menunjuk ke suatu arah, di dekat mobil-mobil parkir tadi.

"Itu disana ada kakakku yang lumpuh.
Dia tergelincir, dan terjatuh dari kursi roda. Saya tak kuat mengangkatnya, dia terlalu berat, tapi tak seorang pun yang mau menolongku.

Badannya tak mampu kupapah, dan sekarang dia sedang kesakitan.."
Kini, ia mulai terisak.

Dipandanginya pengusaha tadi. Matanya berharap pada wajah yang mulai tercenung itu.

"Maukah Bapak membantuku mengangkatnya ke kursi roda..?
Tolonglah, kakakku terluka, tapi saya tak sanggup mngangkatnya"

Tak mampu berkata-kata lagi, pengusaha muda itu terdiam.
Amarahnya mulai sedikit reda setelah dia
melihat seorang lelaki yang tergeletak yang sedang mengerang kesakitan.
Kerongkongannya tercekat. Ia hanya mampu menelan ludah.
Segera dia berjalan menuju lelaki tersebut, di angkatnya si cacat itu menuju kursi rodanya.

Kemudian, diambilnya sapu tangan mahal miliknya, untuk mengusap luka di lutut yang memar dan tergores, seperti sisi pintu Jaguar kesayangannya.

Setelah beberapa saat, kedua anak itu pun berterima kasih, dan mengatakan bahwa mereka akan baik-baik saja.

"Terima kasih, dan semoga Allah akan membalas perbuatan Bapak."

Keduanya berjalan beriringan, meninggalkan pengusaha yang masih nanar menatap kepergian mereka. Matanya terus mengikuti langkah sang anak yang mendorong kursi roda itu, melintasi sisi jalan menuju rumah mereka.

Berbalik arah, pengusaha tadi berjalan sangat perlahan menuju Jaguar miliknya.

Ditelusurinya pintu Jaguar barunya yang telah tergores itu oleh lemparan batu tersebut, sambil merenungkan kejadian yang baru saja dilewatinya.

Kerusakan yang dialaminya bisa jadi bukanlah hal sepele, tapi pengalaman tadi menghentakkan perasaannya.

Akhirnya ia memilih untuk tak menghapus goresan itu.
Ia memilih untuk membiarkan goresan itu, agar tetap mengingatkannya pada hikmah ini.
Ia menginginkan agar pesan itu tetap nyata terlihat:

"Janganlah melaju dalam hidupmu terlalu cepat, karena, seseorang akan melemparkan batu untuk menarik perhatianmu."

Sahabat,.... sama halnya dengan kendaraan, hidup kita akan selalu berputar, dan dipacu untuk tetap berjalan.
Di setiap sisinya, hidup itu juga akan melintasi berbagai macam hal dan kenyataan.

Namun, adakah kita memacu hidup kita dengan cepat, sehingga tak pernah ada masa buat kita untuk menyelaraskannya untuk melihat sekitar..?

Allah,.. akan selalu berbisik dalam jiwa, dan berkata lewat kalbu kita. Kadang, kita memang tak punya waktu untuk mendengar, menyimak, dan menyadari setiap perkataan-Nya.

Kita kadang memang terlalu sibuk dengan bermacam urusan, memacu hidup dengan penuh nafsu, hingga terlupa pada banyak hal yang melintas.

Sahabat..... kadang memang, ada yang akan "melemparkan batu" buat kita agar kita mau dan bisa berhenti sejenak.
Semuanya terserah pada kita. Mendengar bisikan-bisikan dan kata-kata-Nya, atau menunggu ada yang melemparkan batu-batu itu buat kita.

Wallahu’alam bishshawab, ..
Wabillahi Taufik Wal Hidayah,
 
Mutiara Air Mata Muslimah

Monday, November 26, 2012

Agar Tidak Menikah dengan Pria yang Salah

Di tengah-tengah perkawinan tidak jarang wanita merasa salah memilih pasangan. Pertikaian pun mulai muncul, dan perceraian dipilih sebagai jalan tengahnya. Tentu Anda tidak ingin bernasib sama. Untuk itu sebelum buru-buru memutuskan untuk menikah simak tipsnya berikut ini, seperti dilansir Cosmopolitan Amerika.

1. Mengetahui Masa Lalunya
Untuk mengetahui masa depannya adalah dengan melihat masa lalunya. Meski si dia mengatakan telah berubah, namun Anda harus betul-betul melihat perubahannya. Jika si dia dulu hobi selingkuh dan tipe pria playboy jangan langsung meng-iyakan ketika si dia mengajak Anda menikah. Anda perlu waspada dan melihat sikapnya terlebih dahulu.

2. Melihat Kelebihan dan Kekurangannya
Si dia memiliki pekerjaan yang bagus dengan gaji yang lumayan, itu tentu bisa dimasukkan ke dalam daftar kelebihannya. Tapi lihat juga kekurangannya. Pekerjaannya mungkin menuntutnya bekerja lebih giat dan sering pergi ke luar kota. Hal itu mungkin bisa mengganggu Anda dan masalah bisa muncul dari situ.

Jika Anda tipe wanita yang memiliki banyak teman dan merasa tidak masalah jika sering ditinggal oleh pasangan, maka rutinitasnya yang sibuk tidak menjadi masalah. Tapi jika Anda tipe wanita yang suka diam di rumah dan sangat mementingkan kuantitas pertemuan, maka Anda akan merasa tersiksa dan merasa sangat kesepian. Jadi, Anda harus mengetahui kelebihan dan kekurangnya dari berbagai sudut.

3. Jangan Menikah karena Anda Bergantung dengannya
Saat ini si dia memiliki karir yang baik dan memiliki gelar S2, si dia pun bercita-cita akan memiliki perusahaan sendiri dalam waktu lima tahun ke depan. Kemapanan si dia itu mungkin bisa membuat Anda semakin yakin akan menikah dengannya. Tapi jangan mau menikah dengannya karena Anda menggantungkan kehidupan finansial kepadanya. Ketika lima tahun yang akan datang si dia belum memiliki perusahaan, Anda bisa kecewa dan menuntutnya untuk bisa lebih karena Anda sudah terlalu berharap banyak.

4. Lihat Keluarganya
Saat ini mungkin Anda masih berpikir tidak peduli dengan keluarganya, toh Anda yang akan menjalani rumah tangga dengan putranya. Tapi kehidupan pernikahan tidak semudah itu. Ketika Anda melahirkan, libur panjang atau hari besar keagamaan, maka Anda akan bertemu dengan keluarganya. Jika dari masa pacaran Anda merasa tidak cocok dengan keluarganya, maka Anda harus memikirkan lebih lanjut. Keluarganya bisa berperan besar dalam kehidupan rumah tangga Anda dan pasangan.
 
Oleh: Mutiara AIr Mata Muslimah

Buku Harian Seorang Pelacur. "Aku Sudah Bertaubat"


Bismillahir-Rahmaanir-Rahim,  Lia masih terus bergulat dengan laki-laki manapun. Dari orang kantoran sampai kuli bangunan Ia layani. Mereka bebas menikmati tubuh lia yang Indah, asalkan memiliki uang.

Seluruh warga kampung tersebut sudah muak dengan tingkah polah Lia, ya. Lia Amelia si Pelacur. Ia hanya dianggap sebagai biang kesialan dikampung.

Tidak ada saudara yang bisa membujuk Lia untuk kembali ke jalan yang benar. Karena Lia tidak pernah mau menggubrisnya. Sebenarnya Lia anak yang baik, hanya karena disakiti pacarnya, yang menjadikan ia nekad, terjun dalam lembah hitam.

Seorang kawannya menunjukkan jalan terbaik melampiaskan dendam Lia pada laki-laki, pada keadaan yang kejam terhadapnya. Hari-harinya dilalui dalam pelukan laki-laki yang berbeda-beda, silih berganti.

Bertahun sudah waktu berlalu, Lia terjangkit penyakit kronis. Tidak seorang pun kawan, saudara, atau tetangga desa yang peduli padanya. Apalagi menengok melihat sakitnya.

Bahkan pas meninggalpun dianggap biasa saja. Layaknya kematian binatang. Lia tidak dikuburkan dengan layak. Orang kampungnya memang termasuk kolot. Jasadnya saja tidak boleh dikuburkan di Pemakaman desa.

Terkuburlah Lia, sang pelacur pada suatu tempat, di tanah kosong. Seorang teman Lia, sesama Pelacur, meratapi kematian Lia. Seorang diri.

Lima tahun sudah waktu berlalu dari saat itu. Saat penguburan Lia. Tidak seorangpun yang mengenang Lia. Lia hanyalah satu potret yang harus dirobek dari sejarah kampung, dari riwayat kampung yang teramat kolot. Yang masih menganggap kesalahan fatal, adalah hukuman seumur hidup bagi si pelaku. Apalagi bagi seorang lia, yang tidak berdaya apa-apa.

Lima bulan yang lalu kampung tersebut geger. Kampung di mana Lia terkubur dengan begitu saja, tanpa tata cara tanpa ritual. Sebuah proyek besar untuk Pembuatan jalan tol, kebetulan melewati kampong tersebut. juga melewati kuburan lia.

Buldozer yang memiliki kekuatan ratusan Ton, tidak mampu menembus tanah di mana Lia dikuburkan. Berkali-kali moncong bulldozer diarahkan, berkali pula orang terkesima. Karena tanah itu bagaikan batu karang yang teramat kokoh. Tidak tersentuh sama sekali. Namun saat di dengan gali dengan cangkul petani biasa, tanah itu begitu mudah dikeruk. Seakan tidak pernah terjadi keanehan apa-apa.

Semua mata terbelalak menyaksikan jasad yang masih membujur, dengan kondisi tubuh yang masih kelihatan segar, tidak seperti layaknya mayat yang sudah terkubur lima tahun lamanya. Bau harum semerbak tercium dari jasad itu. 

Harum yang lain dari parfum manapun. Harum yang belum pernah ada sebelumnya dibumi. Harum yang keluar dari jasad seorang Lia yang sudah terkubur lima tahun lamanya. Teman saya yang kebetulan sebagai mandor di situ, ikut kaget dan bingung juga. Semua warga gempar.

Oleh penduduk, dilacaklah keberadaan si jasad. Dari teman almarhum Lia yang masih menjalankan profesinya sebagai pelacur, terungkap bahwa sebenarnya, satu tahun sebelum kematiannya, Lia sudah bertaubat.

Tapi taubat itu tidak pernah Lia ungkapkan kepada siapapun. Termasuk kepada teman akrabnya. Semua Lia curahkan pada buku hariannya. Tertulis lengkap.

Lia berusaha menjalankan semua perintahNya. Dari yang wajib dan yang sunah, bahkan semua yang sunah dia kerjakan. Lia menjalankan dengan Ikhlas. Buku harian itulah saksi utama semua ratapan dan jerit penyesalan seorang Lia, seorang Pelacur yang bertobat dengan diam-diam?

Semua mata berkaca-kaca. Terlihat begitu sedih dengan roman penyesalan yang jelas tergambar. Hari itu pemakaman Lia. Pemakaman kembali seorang (bekas) Pelacur yang pernah terhina begitu rupa.

Setelah terkubur selama lima tahun, Lia dimakamkan kembali dengan layak. Dimakamkan selayaknya pemakaman seorang manusia biasa. Diiringai doa-doa dan ratap penyesalan dari saudara dan warga kampung.

Kisah ini benar-benar terjadi, pada suatu tempat, di sebuah daerah di Indonesia.

Wallahu a'lam bishawab .
 
Oleh: Mutiara Air Mata Muslimah

Keutamaan Sholat Tepat Waktu


Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Abdullah Ibnu Mas’ud RA berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, amal perbuatan apa yang paling afdhal?” Beliau menjawab, “Shalat tepat pada waktunya.”

Aku bertanya lagi, “Lalu apa lagi?” Beliau menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.” Aku bertanya lagi, “Kemudian apa lagi, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Berjihad di jalan Allah.” (HR. Bukhari)

Mendirikan shalat sudah menjadi rutinitas muslim, karena memang itu salah satu hal yang wajib dari perintah wajib lainnya yang harus ditunaikan.

Begitu pentingnya shalat ini sehingga tidak ada ruang untuk kita melalaikannya (terutama bagi laki-laki yang sudah baligh); tidak mampu berdiri, kita bisa dengan duduk, tidak bisa duduk dengan berbaring, dan sebagainya sampai kita bisa melakukannya. Atau ketika tidak ada air kita bisa bertayamum, ketika dalam perjalanan kita bisa mengatur waktu shalat kita dengan menjamak atau mengqashar shalat kita. Inilah yang membedakan shalat dengan ibadah lain.

Oleh karena itu, hendaklah kita sebagai seorang muslim terus meningkatkan kualitas ibadah shalat yang kita lakukan setiap harinya dengan baik dan benar. Benar dalam arti sesuai dengan Sunnah, Baik dalam arti mengerjakannya Semata-mata hanya karena Allah dan melaksanakan shalat dengan tidak menunda-nunda waktunya.

Ketika Adzan berkumandang ..
Sudahkah kita menyegerakan shalat ?
sudahkah kita memenuhi langsung seruan Allah ?

Saat waktu shalat tiba, tidak ada yang lebih penting untuk dilakukan selain mendirikan shalat dan bergegaslah mencari air untuk berwudhu lalu segera shalat.

Senang rasanya bila senantiasa bisa shalat tepat pada waktunya, apalagi shalatnya berjamaah di Masjid.

Selain mempunyai keutamaan dua puluh tujuh kali lipat dibanding shalat sendirian di rumah, seiring dengan itu ingin membangun prestasi dalam shalat. Setiap mukmin seharusnya ada keinginan untuk menjadi yang terbaik di hadapan Allah.

“Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”.(QS 67:1-2)

Bukankah amal shalat yang pertama akan dihisab nanti di akhirat, seperti yang dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW dalam haditsnya, “Yang pertama dihisab dari amalan hamba pada hari Kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya baik, ia beruntung dan selamat. Akan tetapi jika shalatnya kurang, ia merugi.”

Ini kutipan ayat, kita dianjurkan untuk memakmurkan masjid “Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman pada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat” Surah At-Taubah ayat 18.

Utsman bin ‘Affan RA berkata; “Barang siapa selalu mengerjakan shalat lima waktu tepat pada waktu utamanya, maka Allah akan memuliakannya dengan sembilan macam kemuliaan, yaitu :

* Dicintai Allah
* Badannya selalu sehat;
* Keberadaannya selalu dijaga malaikat;
* Rumahnya diberkahi;
* Wajahnya menampakkan jati diri orang shalih;
* Hatinya dilunakkan oleh Allah;
* Dia akan menyeberang Shirath (jembatan di atas neraka) seperti kilat;
* Dia akan diselamatkan Allah dari api neraka; dan
* Allah Akan menempatkannya di surga kelak bertetangga dengan orang-orang yang tidak ada rasa takut bagi mereka dan tidak pula bersedih hati”

Abul Aliyah mengatakan, “Aku akan bepergian beberapa hari untuk menemui seseorang, dan yang pertama kali akan kulihat darinya yaitu "shalatnya ". Jika ia mendirikan shalat dengan sempurna dan tepat waktu, maka aku akan bersamanya, dan mengambil ilmu darinya. Jika kutemukan ia tidak mempedulikan shalat, maka aku akan meninggalkannya dan mengatakan kepada diriku bahwa selain daripada itu (shalat), pastilah dia lebih tidak peduli lagi”

Sudahkah anda shalat 5 waktu ?
Sudah baik dan benar kah shalat anda ?
Berjama’ah kah ?
Dan sudah tepat waktu kah ?

Ya Allah , kami hadapkan wajah kami di hadapan-MU ..
semata-mata untuk mengharapkan Ridha & Cinta MU ..

Maha Besar Engkau ya Allah, ..
dan Segala Puji hanya bagiMU ...

Wallahu a'lam bishawab.
 

Oleh: Mutiara Air Mata Muslimah

Jenazah Anak Saleh Berbau Harum Semerbak


Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Berita dari Alam kubur kali ini mengisahkan tentang nikmatnya alam kubur yang diterima oleh anak yang saleh. Kisahnya. Semasa hidupnya, seorang anak yang bernama Hasan bin Abdullah dikenal sebagai anak yang saleh.

Subhanallah ...

Setelah berpuluh-puluh tahun ia mati dan dimakamkan, jasadnya masih terlihat utuh dan berbau harum. Kisah ini terjadi di daerah Unaizah, Arab Saudi. Saat itu, di tepi batas kota akan dibangun benteng batas wilayah Unaizah. Kebetulan lokasi itu dulunya merupakan kuburan warga setempat yang lama tak dipakai lagi. Berdasarkan persetujuan raja setempat, lokasi kuburan itu akhirnya dibongkar.

Maka mulailah para pekerja memindahkan satu persatu jenazah di kuburan itu ke lokasi lain yang sudah disediakan. Namun, hingga pada giliran makam yang ada di sebelah pojok, penggali kuburan mengalami kesulitan. Tanah di makam itu terasa keras untuk digali. Butuh sekitar satu jam untuk membongkar kuburan tua itu.
"Tanahnya lebih keras dari tanah yang lain di kuburan ini, kenapa bisa demikian ya," kata salah seorang penggali.

Meskipun demikian, mereka tetap sabar hingga tergalilah makam tersebut. Ternyata di dalam liang lahat itu terdapat jenazah yang masih utuh meski tampak kering. Bahkan jenggot jenazah itu masih tampak jelas dan utuh. Padahal beberapa kafan sudah hancur dimakan tanah.

"Subhanallah...jenazah siapa ini," ujar seorang penggali kubur."
"baunya harum sekali, aneh..padahal kuburan ini usianya sudah lama," ujar yang lain.

Para penggali makam itu juga bingung karena seketika saja aroma harum menyerbak ke segala arah. Mereka yakin, jika bau harum itu berasal dari jenazah utuh itu. Salah satu dari mereka kemudian memanggil salah seorang Syeikh di Unaizah untuk melihat keanehan itu.

"Subhanallah..., biarkan dalam posisi sebagaimana adanya. Hindarilah ia dan galilah sebelah kanan atau sebelah kiri," ucap syeikh tersebut.

Para pekerja itu menuruti perintah sang syeikh. Akhirnya, dengan terpaksa mereka mengurangi luas area untuk pembangunan benteng tersebut. Sang Syeikh kemudian berusaha mencari informasi tentang jenazah siapakah yang mendapatkan nikmat kubur itu.

Ia bertanya ke seluruh penduduk desa itu, hingga sampailah ia di sebuah rumah kecil dan tua. Penghuni rumah itu hanya seorang nenek tua. Ia hanya terbaring di ranjang sambil berzikir kepada Allah SWT.

"Apa yang membuat Anda singgah di rumah ini? Bukankah masih banyak rumah lain yang lebih bagus untuk kau singgahi?" tanya nenek itu.

"Aku sedang mencari ahli keluarga dari makam yang jenazahnya utuh itu," jawab syeikh.

"Ketahuilah, ia adalah Hasan bin Abdullah. Dia saudaraku yang meninggal dua puluh tahun yang lalu," kata nenek dengan nada sedih.

Berbakti Kepada Orang Tua. Mendengar pernyataan itu, syeikh lebih mendekat lagi menuju pembaringan nenek.

"Sudikah engkau menceritakan apa yang sebenarnya dilakukan saudaramu itu ketika masih hidup?" tanya syeikh.

"Ia adalah seorang yang ahli ibadah, tiap malamnya selalu bermunajat kepada Allah SWT," kata nenek itu dengan suara yang terputus-putus sambil meneteskan air mata karena teringat akan saudaranya.

"Saudaraku itu tidak pernah menolak setiap perintah orang tuaku. Ia anak yang berbakti. Saudaraku itu sering menggendong ibuku ke pasar untuk berdagang," jelas nenek itu lagi.

Syeikh itu sangat terkesima dengan amalan yang dilakukan oleh saudara nenek itu. Ia kemudian berpamitan sambil memberikan beberapa dinar untuk sedekah. Sesampainya di rumah, syeikh itu langsung bersimpuh di kaki ibunya. Ia menangis memohon maaf atas semua kesalahannya yang tidak begitu memperhatikan ibunya karena terlalu sibuk bekerja.

Sang syeikh saja sampai bersimpuh dikaki ibu, sudahkah Anda?
Mari berbakti kepada orang tua, terutama kepada ibu kita, agar kita bisa mendapatkan nikmat kubur seperti Hasan bin Abdullah dalam kisah ini.

Wallahu a'lam bishawab.
 

Sunday, November 25, 2012

Wahai Diri Ingatlah Mati

Kabar berita diterima, keluarga yang ditinggal kematian dalam sebuah kecelakaan.Kematian kita adalah pasti sehingga harus siap dengan bekal iman dan takwa.
Tidakkah kita inginkan aib orang lain ditutupi tidakkah kita inginkan aib kita sendiri agar tidak diketahui orang banyak.

Ya Allah, mudah bagi Engkau untuk membuka aib/kesalahan kami dihadapan manusia didunia ini. Dengan Rahmat dan Kasih SayangMu sehingga yang baik saja yang tampak dihadapan manusia, kepada hambaMu yang Engkau kehendaki.

Wahai diri ingatlah mati..

Mengutip tulisan dari syafruddin amir dalam bukunya buku praktis menyelenggarakan jenazah dalam tema Ingatlah akan mati, semoga bermanfaat.

Manusia yang senantiasa mengingat kematian akan memendekkan angan-angannya semu,lebih menyegerakan berkarya dan gemar berbuat kebaikan, menata niat Kematian mengingatkan bahwa setiap manusia, baik kaya atau miskin,memiliki jabatan tinggi atau rendah, pintar atau bodoh, fisik sempurna atau cacat dan seterusnya semuanya akan kembali kepada Allah

Perbedaan orang yang mengingat kematian dan orang yang tidak adalah terletak pada diantaranya kehati-hatian bersikap, kerendahan hati, keikhlasan, amal kebaikan, dan kezuhudannya. Harta benda, dan cinta dunia yang ia miliki tidak mempengaruhi pandangannya terhadap semua manusia. Ia memahami manusia sama-sama sebagai makhluk ciptaan Allah yang akan kembali kepadaNya untuk mempertanggungjwabkan segala amal perbuatan. Hanya tingkatan takwa yang membedakan kedudukan manusia.
Allah lebih tahu orang yang beriman bertakwa.

Orang yang ingat mati tidak segan menguras hartanya untuk membantu kesulitan orang lain. Jabatan atau tahta ia fungsikan sebesar-besarnya untuk kemaslahatan seluruh rakyat, bukan malah membebani hidup rakyat. Cinta, pesona, serta popularitas ia gunakan untuk melakukan banyak pencerahan agar kehidupan masyarakat terangkat lebih baik, menata niat. Mengingat mati akan melembutkan hati dan menghancurkan ketamakan dunia.

Dalam Al Qur'an surah
Al A'raaf(7) ayat 34;
Yang artinya;

'' Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu;maka apabila telah datang waktunya, mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat memajukannya.''

Demikiankah ajal,waktunya tepat sesuai rencana Allah.Tempatnya juga Allah yang menentukan.Wallahu a'lam.Ada yang meninggal saat didarat, dilaut, dan dimana saja. Semoga saat menjelang
ajal,kita meninggal dengan husnul khatimah, dan semoga ketika nyawa kita dicabut,Allah meridhoi dan kitapun ikhlas.

Allah berfirman dalam surah Al Jumu'ah (62);ayat 8;yang artinya:

'' Katakankalah; Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya,maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu,kemudian kamu akan dikembalikan kepada Allah,yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata,lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.''

Semoga kita tidak terbuai kehidupan dunia, bersemangat meraih kebaikan, menjemput ilmu,iman dan amal. Menyiapkan diri bekal kematian kita dengan amal ibadah kita sesuai ketentuan Allah, dengan ikhlas mengharap husnul khatimah dalam kematian kita aamiin.
 

Thursday, November 22, 2012

Biarkan Mereka Tertawa Sejenak


Suatu sore ketika orang-orang sedang sibuk berebut waktu untuk segera pulang kerumah masing-masing setelah melakukan rutinitas pekerjaannya, di sebuah halte busway terlihat seorang bapak dengan 3 anaknya yang masih kecil-kecil. Mereka sedang menunggu datangnya busway yang sebentar lagi akan membawa mereka pulang.

Ketiga anak itu berusia sekitar 8,5 dan 3 tahun. Anak terkecil bagaikan seorang putri, ia begitu cantik dalam dekapan sang bapak, sedangkan kedua anak lainya yang putra sedang asyik bermain-main kesana kemari.

Tibalah saatnya busway yang ditunggu datang, para penumpang pun seperti robot yang diperintahkan, bergegas menuju pintu masuk busway, termasuk sang bapak tadi dan ke 3 anaknya.

Kemudian keluarga itu dapat tempat duduk di kursi busway yang disusun memanjang seperti kereta api listrik (KRL).

Lalu ke 2 anak laki-lakinya beranjak dari kursi dan bermain petak umpet di sela-sela tubuh orang dewasa yang sebagian besar mengisi ruang busway itu. Mereka tertawa-tawa sambil berteriak girang.

Terlihat ada beberapa penumpang yang wajahnya menjadi begitu muram. Mereka merasa tidak nyaman dengan kegaduhan itu. Hingga akhirnya ada seorang penumpang pria yang ketus menyatakan protesnya dengan kasar ke sang bapak, ”Pak, tolong anaknya di atur ya, disinikan penumpang juga ingin tenang, sudah capek kerja, eh pulang kok masih aja ada yang ganggu!!”

Lalu sang bapak sambil menggendong putrinya pun menjawabnya dengan senyum, ”Maaf ya mas. Ibu mereka baru saja meninggal sore ini di rumah sakit, dan saya belum mengatakan hal ini kepada mereka, nanti begitu sampai di rumah saya akan mengatakannya, biarlah mereka merasakan kegembiraan yang menjadi hak mereka, karena saya merasa mereka akan banyak kehilangan kegembiraan setelah tahu bahwa ibu yang biasa mengasuh mereka dan menyayangi mereka setiap saat sudah tidak bersama mereka lagi selamanya. Mas tidak keberatankah kalau mereka bermain sebentar saja di bus ini?”

Mendengar apa yang dibicarakan sang bapak tadi, sebagian penumpang yang mendengarnya langsung terdiam dan merenung, termasuk pria yang baru saja memperotes sang bapak dengan ketus. Tiba-tiba mereka teringat akan kasih sayang dan kesalahan-kesalahan yang pernah mereka perbuat kepada ibunya.

Diam-diam diantara mereka ada yang menggambil handphone di saku celananya, lalu jari jempolnya membuat baris kalimat, "ibu apakabar? besok pagi saya mau pulang menjenguk ibu, maafkan segala salah saya, ibu" kemudian dia mengirimkan sms itu ke nomor ibunya, dan berharap ia masih diberi kesempatan untuk berjumpa dengan ibunya besok.
 
Oleh; Mutiara Air Mata Muslimah

Tuesday, November 20, 2012

Kisah Berhaji Karena Menunda Haji



Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Setelah sekian lama menabung, mengumpulkan lembar demi lembar rupiah dari hasil berjualan, terkumpullah dalam tabungan Pak Ahmad sejumlah uang yang cukup untuk membayar ongkos naik haji (ONH). Impian sejak muda untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci sebentar lagi akan terwujud. Doa-doa yang senantiasa terucap selepas shalat taklama lagi akan menjadi kenyataan.

Pak Ahmad bukanlah orang kaya. Dia hanyalah penjual es yang harus bekerja ekstrakeras agar bisa menyisihkan sebagian uangnya untuk berhaji. Kuatnya keinginan Pak Ahmad untuk berhaji menjadikan dia mampu berdisiplin menyisihkan sebagian uangnya untuk ditabungkan.

Sebenarnya, ada sedikit rasa "tidak enak" dalam hati Pak Ahmad. Uang yang dikumpulkannya itu hanya cukup untuk melunasi ONH untuk dirinya sendiri, tidak untuk istrinya. Padahal, uang itu terkumpul karena bantuan istrinya juga.

"Tidak apalah, mudah-mudahan Allah memberikan rezeki sehingga istrinya bisa kebagian jatah haji pada tahun-tahun berikutnya," begitu pikiran Pak Ahmad.

Satu hari menjelang pendaftaran, salah seorang tetang-ganya datang ke rumah untuk meminjam sejumlah uang untuk membayar biaya rumah sakit. Tetangga Pak Ahmad ini terbilang orang susah, untuk makan sehari-hari saja, dia kelimpungan.

Kesulitannya semakin bertambah ketika suaminya terkena sakit parah dan mau tidak mau dia harus menyelamatkan nyawanya dengan memasukkannya ke rumah sakit. Itu pun di kelas III yang hampir semua penghuninya kaum duafa. Setelah berusaha ke sana-kemari meminjam uang, hasilnya nihil, lalu ibu ini memberanikan diri datang ke rumah Pak Ahmad untuk meminjam uang.

Pak Ahmad pun dihadapkan pada pilihan sulit: meminjamkan uang dan cita-citanya untuk berhaji akan kandas di tengah jalan atau tidak meminjamkan uang dan membuat penderitaan tetangganya bertambah panjang. Setelah berdiskusi dengan istrinya, Pak Ahmad memilih jalan ketiga.

Dia tidak meminjamkan uang dan tidak pula menahannya, tetapi memberikan seluruh uang hajinya untuk membayar biaya rumah sakit tetangganya. Sebuah pilihan yang sangat berat dan berani serta tidak masuk akal dalam pandangan kaum materialis.

Bayangkan saja, bertahun-tahun menabung, peras keringat banting tulang mengumpulkan uang, ketika uang sudah terkumpul, dia memberikannya begitu saja kepada orang lain. Namun, amal kebaikan sering sekali tak bisa diukur dengan logika kebanyakan orang.

Sebagaimana tak masuk logikanya Nabi Ibrahim yang hendak menyembelih anaknya atau "keanehan" sikap para sahabat yang rela meninggalkan tanah kelahirannya, sanak saudara, dan harta kekayaannya demi berhijrah ke Madinah walau harus melalui perjalanan yang sangat berat. Itulah buah keimanan yang teramat tinggi nilainya yang sulit dicerna oleh orang-orang yang matanya sudah silau dengan dunia.

Pak Ahmad dan istrinya sangat yakin bahwa Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan amal kebaikan hamba-hamba-Nya. Bukankah Allah dan Rasul-Nya telah berjanji, "Barang siapa yang meringankan beban saudaranya di dunia, niscaya Allah akan meringankan bebannya di akhirat."

Kemampuan memilih prioritas amal yang disertai keyakinan yang mantap terhadap janji Allah telah menguatkan hati Pak Ahmad untuk memberikan hartanya yang paling berharga.

Disertai derai air mata sedih campur bahagia, tetangga Pak Ahmad menerima uang itu. Dia seakan tengah bermimpi, ternyata pada zaman sekarang masih ada orang yang berhati mulia seperti Pak Ahmad dan istrinya. Dia tak mampu berkata apa-apa selain ucapan terima kasih dan doa semoga Allah mengganti uang tersebut dengan sesuatu yang lebih baik.

Kisah pun berlanjut. Seorang dokter yang menangani operasi Pak Fulan, tetangga Pak Ahmad, sedikit kaget. Kok bisa pasien seperti Pak Fulan bisa membayar biaya operasi yang termasuk mahal, bahkan sangat muaaahal bagi sebagian orang. Padahal, dokter itu sudah bisa menebak latar belakang Pak Fulan. Iseng-iseng dia bertanya dari mana Pak Fulan mendapatkan uang, apakah dia menjual warisan, menjual ramah, meminjam, atau apa?

"Sama sekali bukan Dok, kami ini orang miskin, tidak punya apa-apa. Jangankan membayar biaya rumah sakit yang puluhan juta, untuk makan sehari-hari pun harus gali lobang tutup lobang," jawab Pak Fulan.

"Lho, kalau begitu dari mana?"

"Alhamdulillah, ada seseorang yang membayarkan biaya operasi kami."

Dokter itu makin penasaran, "Wah hebat benar orang itu. Pastilah dia orang kaya yang sangat dermawan."

"Oh.... Tidak Dok, dia orang biasa-biasa," Pak Fulan kemudi-an menceritakan kisah Pak Ahmad yang rela menunda ibadah haji demi meringankan beban penderitaan dirinya yang sekadar seorang tetangga.

Selesai Pak Fulan bercerita, Dokter itu langsung meminta izin untuk diperkenalkan dengan Pak Ahmad. Dia ingin tahu lebih jauh tentang siapa Pak Ahmad itu sebenarnya. Allah pun mempertemukan mereka.

Kepada Pak Ahmad dan istrinya, Dokter ini berkata, "Saya ingin belajar ikhlas seperti yang Ibu-Bapak lakukan. Akan tetapi, bukan di sini, saya ingin belajarnya di Tanah Suci. Jadi, saya dan keluarga akan mengajak serta Ibu dan Bapak pergi ke sana tahun ini."

Mata Pak Ahmad tampak berkaca-kaca. Sejenak, dia tidak bisa berkata-apa. Dia seakan tidak percaya dengan kata-kata yang didengarnya. Hingga akhirnya, ucapan hamdalah terucap dari bibirnya.

Begitulah, sebelum membalas kebaikannya di akhirat, Allah Swt. telah memberikan DP-nya terlebih dahulu di dunia. Harapan Pak Ahmad untuk berhaji dengan istrinya akhirnya terlaksana dalam keadaan yang penuh bahagia. Subhanallah ....

*****
Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah ..

Wabillahi Taufik Wal Hidayah,
Oleh : Mutiara Air Mata Muslimah